Pendahuluan
Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui perantaraan Malaikat Jibril sebagai petunjuk bagi seluruh manusia. Keberadaan Al-Qur’an memiliki posisi sentral dalam ajaran Islam, karena seluruh prinsip keimanan, hukum, dan nilai moral bersumber darinya. Oleh sebab itu, memahami kedudukan dan fungsi Al-Qur’an menjadi hal yang sangat penting bagi setiap Muslim agar tidak terlepas dari bimbingan wahyu dalam menjalani kehidupan.
Kedudukan Al-Qur’an dalam Islam
1. Al-Qur’an sebagai Kalamullah
Al-Qur’an adalah firman Allah yang bersifat mutlak kebenarannya. Allah berfirman:
وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ
“Sesungguhnya Al-Qur’an itu adalah kitab yang mulia, tidak datang kepadanya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya.”
(QS. Fuṣṣilat: 41–42)
Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an terjaga dari segala bentuk penyimpangan dan kesalahan.
2. Al-Qur’an sebagai Sumber Hukum Utama
Dalam Islam, Al-Qur’an merupakan sumber hukum pertama sebelum sunnah, ijma‘, dan qiyas. Seluruh ketetapan syariat Islam berpijak pada Al-Qur’an. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh kepada keduanya: Kitab Allah dan sunnahku.”
(HR. Malik)
3. Al-Qur’an sebagai Mukjizat Abadi
Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad ﷺ yang berlaku sepanjang zaman. Keindahan bahasa, kedalaman makna, serta kandungan ilmunya menjadi bukti kemukjizatannya yang tidak dapat ditandingi oleh manusia.
Fungsi Al-Qur’an bagi Umat Muslim
1. Al-Qur’an sebagai Petunjuk Hidup (Hudā)
Al-Qur’an berfungsi sebagai pedoman hidup bagi manusia. Allah berfirman:
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. al-Baqarah: 2)
2. Al-Qur’an sebagai Penjelas dan Pembeda (Bayān dan Furqān)
Al-Qur’an menjelaskan mana yang benar dan mana yang salah, serta membedakan antara hak dan batil. Fungsi ini menjadikan Al-Qur’an sebagai standar kebenaran dalam kehidupan.
3. Al-Qur’an sebagai Obat dan Rahmat
Allah berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
“Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. al-Isrā’: 82)
Al-Qur’an berfungsi sebagai penyembuh penyakit hati seperti keraguan, kesombongan, dan kegelisahan.
4. Al-Qur’an sebagai Sumber Pendidikan dan Pembentukan Akhlak
Al-Qur’an mengandung nilai-nilai pendidikan yang membentuk karakter manusia, seperti kejujuran, keadilan, kesabaran, dan tanggung jawab. Oleh karena itu, pendidikan Islam menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan utama pembinaan akhlak.
5. Al-Qur’an sebagai Pemersatu Umat
Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan bersama, umat Islam memiliki dasar persatuan dalam akidah dan prinsip hidup, meskipun berbeda latar belakang budaya dan bangsa.
Penutup
Al-Qur’an memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam sebagai kalam Allah, sumber hukum utama, dan mukjizat abadi Nabi Muhammad ﷺ. Fungsi Al-Qur’an bagi umat Muslim meliputi petunjuk hidup, pembeda antara kebenaran dan kebatilan, penyembuh jiwa, sumber pendidikan akhlak, serta pemersatu umat. Oleh karena itu, umat Islam dituntut tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami, mengamalkan, dan menjadikannya pedoman dalam seluruh aspek kehidupan.